Aula Lantai 5 Rektorat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi saksi bisu khidmatnya prosesi Yudisium Periode II Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026. Agenda sakral yang digelar pada Rabu (17/06/2025) ini meluluskan 163 mahasiswa yang tersebar dari 8 program studi di bawah naungan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK). Di antara para lulusan, Program Studi Tadris Matematika (TM) meluluskan 6 mahasiswa terbaiknya, yang terdiri dari 3 mahasiswa angkatan 2019, 1 mahasiswa angkatan 2020, dan 2 mahasiswa angkatan 2022.

Gambar 1. Foto bersama seluruh jajaran pimpinan FITK beserta peserta yudisium periode II 2026
Yudisium Periode II kali ini menjadi momentum pembuktian kualitas akademik para lulusan Tadris Matematika yang begitu memukau. Standar mutu pendidikan yang tinggi di prodi ini tergambar jelas dari capaian rerata IPK seluruh peserta yang berhasil menyentuh angka 3,71. Di tengah atmosfer prestasi tersebut, sosok Farha Ashiilah Herwinsyah (NIM. 220108110004) sukses menjadi pusat perhatian. Ia didapuk sebagai Lulusan Terbaik Bidang Akademik setelah meraih IPK sebesar 3.88.

Gambar 2. Pengalungan selempang dan penyerahan sertifikat wisudawa terbaik akademik Farha Ashiilah Herwinsyah oleh Kaprodi Tadris Matematika Ibu Ulfa Masamah, M.Pd
Di balik mahakarya akademiknya yang dituangkan dalam skripsi bertajuk “Kemampuan Penalaran Proporsional Siswa SMPI Bani Hasyim Singosari dalam Menyelesaiakan Soal Perbandingan Ditinjau Dari Gaya Kognitif Reflektif dan Impulsif”, terdapat peran besar dan bimbingan intensif dari Ulfa Masamah M.Pd. Kebanggaan tersebut terasa makin lengkap saat beliau, dalam kapasitasnya sebagai Ketua Program Studi Tadris Matematika, secara resmi menyematkan selempang apresiasi dan menyerahkan sertifikat penghargaan kepada Farha sebagai yudisi terbaik.

Gambar 3. Foto bersama Ketua Program Studi di FITK UIN Malang dengan mahasiswa terbaik akademik
Kejutan prestasi tidak hanya datang dari ruang-ruang kelas. Sejumlah mahasiswa Program Studi Tadris Matematika juga sukses mengukir tinta emas di kancah non-akademik, baik pada level nasional hingga internasional. Mereka sukses membawa harum nama kampus di kancah nasional maupun internasional lewat beragam karya dan kompetisi. Prestasi tersebut di antaranya lahir dari ajang kreasi media pembelajaran inovatif, publikasi karya tulis ilmiah nasional, hingga kepemilikan HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual). Farha Ashiilah Herwinsyah diantaranya telah menerbitkan Jurnal Sinta 2 dengan judul The Attractiveness of Geometry Transformation Material LKPD based on Ethno-Stem from the Perspective of Students dan kepemilikan HaKI. sedangkan Tiska Dwi Amelya memperoleh Juara 1 Olimpiade Sains Siswa Nasional (OSSAN) bidang Matematika oleh Yayasan Prestasi Maju Indonesia (PRESMANESIA), Juara 2 KOMPETISI SAINS INDONESIA – HUT PUSKANAS (KSI) Pembina Yayasan Berlian Hati Mulia 3. Juara 3 SCIENCELISH OLYMPIAD #1 GYPEM 2023 PT. DIGITAL EDU INDONESIA. Mahasiswa inspiratif seperti Tiska Dwi Amelya dan Farha Ashiilah Herwinsyah menjadi bukti bahwa softskill lulusan Tadris Matematika haruslah seimbang antara penguasaan teori dan ketangguhan kreativitas di lapangan.

Gambar 4. Pengalungan selempang dan penyerahan sertifikat penghargaan mahasiswa dengan prestasi non-akademik terbaik Prodi Tadris Matematika (Tiska dan Farha) oleh Wakil Dekan III Kemahasiswaan Prof. Dr. Marno, M.Ag
Di sisi lain, komitmen peningkatan mutu lulusan langsung dibuktikan pasca-kelulusan. Dua dari enam yudisi yang dikukuhkan, yakni Farha Ashiilah Herwinsyah bersama Tiska Dwi Amelya, langsung mengantongi kesempatan spesial untuk mengikuti Sertifikasi Social Digital Marketing berlisensi BNSP. Pelatihan eksklusif yang digelar oleh LSP Teknologi Digital Yogyakarta ini diproyeksikan sebagai amunisi tambahan bagi para alumni baru agar tampil lebih kompeten dan unggul dalam bursa kerja modern.
Apresiasi tinggi dicurahkan oleh Dekan FITK, Dr. H. Muhammad Walid, M.A., untuk para yudisi periode II ini. Beliau menyampaikan bahwa, “sebanyak 80 lebih mahasiswa telah mendapatkan penghargaan, ini sudah lebih dari setengah dari mahasiswa yang yudisium. Menurut saya ini sangat luar biasa.” Keberhasilan tersebut didukung dengan nilai rata-rata yudisium periode ini yang mencapai 3,79 dan masuk dalam kategori sangat memuaskan. Selain itu, beliau juga sempat menyebutkan bahwa, “Lebih membanggakan lagi, saat ini sudah terdapat mahasiswa yang telah diangkat menjadi direktur dan supervisor di suatu perusahaan.” Hal itu menunjukkan bahwa kualitas lulusan periode ini telah diakui dan terbukti mampu bersaing di dunia industri.

Gambar 5. Foto bersama jajaran dekanat dengan mahasiswa dengan prestasi non-akademik
Melengkapi pencapaian tersebut, rangkaian motivasi dan pesan mendalam pun mengalir dari Dekan untuk melepas para yudisi. Beliau menegaskan bahwa lulusan FITK harus bergerak menjadi motor perubahan yang membawa dampak positif, serta menjadi pribadi yang bermoral dan berkarakter bagi lingkungan sekitar. Beliau berpesan, “Di mana pun kalian berada, jadilah pendidik yang memanusiakan manusia.” Ungkapan tersebut sekaligus menutup prosesi yudisium dengan penuh khidmat, melepas para lulusan menuju gerbang pengabdian yang sesungguhnya. (FAH)
——————————————————————————————————————————————
More information:
Instagram: @tadrismatuinmaliki_official
Website: tm.fitk.uin-malang.ac.id