MIU Login

Pacu Riset Pendidikan Matematika Berdampak, Tadris Matematika UIN Malang Respons Tren Global Era Revolusi Industri 5.0

Malang, 11 Juni 2026 – Transformasi digital, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), big data, Internet of Things (IoT), hingga berkembangnya ekosistem pembelajaran cerdas telah mengubah paradigma pendidikan di seluruh dunia. Perubahan tersebut menghadirkan tantangan baru bagi dunia pendidikan matematika, yang menuntut lahirnya guru sekaligus peneliti yang mampu beradaptasi, berinovasi, dan menghasilkan solusi atas berbagai persoalan pembelajaran. Menjawab tantangan tersebut, Program Studi Tadris Matematika Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) penulisan karya ilmiah pada Kamis, 11 Juni 2026, bertempat di Ruang Rapat LPM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh mahasiswa Program Studi Tadris Matematika beserta para dosen ini menghadirkan Dr. Abdussakir, M.Pd., dosen Prodi Tadris Matematika sekaligus Kepala Pusat Pengembangan Kurikulum UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, sebagai narasumber utama. Beliau memaparkan terkait Penelitian Pendidikan Matematika Era Revolusi Industri 5.0. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dibekali wawasan mengenai arah perkembangan penelitian pendidikan matematika, strategi membaca tren riset global, serta penguatan kompetensi akademik agar mampu menghasilkan penelitian yang inovatif, relevan, dan berdampak bagi kemajuan pendidikan.

Gambar 1. Narasumber Dr. Abdussakir, M.Pd. sedang memaparkan materi BIMTEK

Dalam pemaparannya, Dr. Abdussakir, M.Pd menegaskan bahwa paradigma penelitian mahasiswa harus bergeser dari research for graduation menuju research for innovation and impact. Skripsi tidak lagi dipandang sebagai sekadar syarat memperoleh gelar, melainkan sebagai ruang untuk melahirkan gagasan, solusi, dan inovasi yang mampu menjawab berbagai tantangan pembelajaran matematika pada era Society 5.0. “Penelitian yang baik bukan penelitian yang hanya mengikuti tren, tetapi penelitian yang mampu menjawab persoalan nyata di dunia pendidikan, menghasilkan inovasi, dan memberikan manfaat bagi guru, peserta didik, maupun masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa penelitian pendidikan matematika masa kini harus berkontribusi terhadap penguatan enam literasi dasar, yaitu literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, serta literasi budaya dan kewargaan. Keenam literasi tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk peserta didik yang mampu berpikir logis, mengambil keputusan berdasarkan data, serta menghadapi kompleksitas kehidupan abad ke-21.

Selain literasi dasar, Dr. Abdussakir, M.Pd juga menekankan pentingnya penguasaan literasi baru (new literacies), yaitu literasi data, literasi teknologi, dan literasi manusia. Literasi data membekali mahasiswa dengan kemampuan membaca, menganalisis, dan menginterpretasikan data sebagai dasar pengambilan keputusan ilmiah. Literasi teknologi mendorong kemampuan memanfaatkan berbagai perangkat digital sebagai inovasi pembelajaran dan penelitian matematika. Adapun literasi manusia menekankan pentingnya komunikasi, kolaborasi, kepemimpinan, empati, etika, dan kemampuan bekerja sama sehingga teknologi dapat dimanfaatkan secara bijaksana untuk menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat.

Selaras dengan penguatan literasi tersebut, narasumber menjelaskan bahwa penelitian pendidikan matematika juga harus berorientasi pada pengembangan keterampilan 6C, yaitu Critical Thinking, Creativity, Communication, Collaboration, Citizenship, dan Character. Menurutnya, keberhasilan pembelajaran matematika pada era Society 5.0 tidak lagi diukur hanya dari capaian kognitif, tetapi juga dari kemampuan peserta didik berpikir kritis, menghasilkan ide-ide kreatif, berkomunikasi secara efektif, bekerja sama dalam tim, memiliki tanggung jawab sebagai warga global, serta menunjukkan karakter yang kuat dan berintegritas.

Gambar 2. Dr. Abdussakir, M.Pd sedang berdiskusi dengan para peserta BIMTEK

Dalam konteks tersebut, pemanfaatan teknologi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penelitian maupun pembelajaran matematika. Mahasiswa didorong untuk mengeksplorasi berbagai inovasi berbasis Artificial Intelligence (AI), GeoGebra, Desmos, Learning Management System (LMS), learning analytics, coding, computational thinking, STEM/STEAM Education, gamification, Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), hingga media pembelajaran digital interaktif sebagai objek maupun instrumen penelitian. Berbagai teknologi tersebut diyakini mampu meningkatkan literasi numerasi, kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS), sekaligus mengembangkan kompetensi 6C peserta didik.

Tidak hanya membahas tema penelitian, Dr. Abdussakir juga membimbing mahasiswa dalam menentukan topik penelitian yang memiliki unsur kebaruan (novelty), membaca tren riset global, mengidentifikasi research gap, memilih metodologi penelitian yang tepat baik kualitatif, kuantitatif, mixed methods, design research, research and development (R&D), maupun systematic literature review serta menyusun research roadmap yang berorientasi pada penyelesaian masalah nyata di dunia pendidikan.

Gambar 3. Antuasiasme Mahasiswa Tadris Matematika dalam Mengikuti BIMTEK

Bagi Program Studi Tadris Matematika, penyelenggaraan bimbingan teknis ini merupakan bagian dari strategi berkelanjutan dalam memperkuat budaya riset, meningkatkan kualitas akademik, serta menyiapkan lulusan yang siap menghadapi tantangan pendidikan masa depan. Penguatan literasi, pengembangan kompetensi 6C, pemanfaatan teknologi pembelajaran, serta kemampuan menghasilkan penelitian yang inovatif menjadi fondasi penting dalam membangun calon pendidik matematika yang profesional dan visioner.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Tadris Matematika FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus meneguhkan komitmennya dalam membangun ekosistem akademik yang inovatif, adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, unggul dalam budaya riset, serta berorientasi pada kemaslahatan dan kebermanfaatan. Berlandaskan paradigma Ulul Albab, setiap proses akademik diarahkan untuk melahirkan lulusan yang memadukan kedalaman spiritual, keagungan akhlak, keluasan ilmu, dan kematangan profesional. Dengan karakter tersebut, lulusan Tadris Matematika diharapkan menjadi pendidik, peneliti, dan inovator yang mampu menghadirkan pembelajaran serta riset pendidikan matematika yang berdampak bagi kemajuan pendidikan, pengembangan ilmu pengetahuan, dan kemajuan peradaban. (UM)

——————————————————————————————————————————————
More information:

Instagram: @tadrismatuinmaliki_official
Website: tm.fitk.uin-malang.ac.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait