MIU Login

Dari Healing ke Global Skills: Generasi Ulul Albab Tadris Matematika FTIK UIN Malang Transformasikan Lembah Tumpang Menjadi Laboratorium Matematika

Malang – Hasil PISA 2025 telah rilis, kembali menegaskan tantangan besar pendidikan matematika Indonesia. Skor rata-rata matematika Indonesia berada di angka 364, mengalami penurunan dari periode sebelumnya dan masih berada di bawah rata-rata OECD. Sementara itu, skor kemampuan computational problem solving Indonesia tercatat 427 poin, tertinggal dari rata-rata negara OECD yang mencapai 500 poin. Tantangan ini menunjukkan pentingnya pembelajaran matematika yang tidak hanya menguatkan penguasaan konsep, tetapi juga kemampuan bernalar, memecahkan masalah, berpikir komputasional, memanfaatkan teknologi, dan menerapkan matematika dalam kehidupan nyata.

Menjawab tantangan tersebut, Charirotul Lathifa (NIM 220108110011), mahasiswa Program Studi Tadris Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, menghadirkan inovasi yang berangkat dari potensi daerah. Melalui skripsinya Charirotul mengembangkan E-LKPD berbasis STEM-RME dengan memanfaatkan Lembah Tumpang, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, sebagai konteks pembelajaran matematika untuk Memfasilitasi Computational Thinking dan Self-Efficacy pada Sekolah Menengah Pertama.

Karya tersebut dibimbing oleh Ulfa Masamah, M.Pd. Produk yang dihasilkan tidak sekedar berupa lembar kerja elektronik, tetapi dirancang sebagai inovasi pembelajaran yang menghubungkan kearifan dan potensi wisata lokal dengan kompetensi yang dibutuhkan generasi masa depan.

Ketika Potensi Wisata Daerah Menjadi Sumber Belajar

Lembah Tumpang merupakan salah satu destinasi wisata di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, yang memiliki kekayaan lingkungan dan karakter visual yang dapat dimanfaatkan sebagai konteks pembelajaran. Potensi tersebut kemudian diolah menjadi sumber belajar matematika melalui E-LKPD yang dikembangkan Charirotul.

Dalam pembelajaran transformasi geometri, siswa tidak hanya berhadapan dengan gambar, simbol, dan rumus yang abstrak. Mereka diajak melihat bagaimana konsep matematika dapat ditemukan pada objek dan situasi nyata di lingkungan sekitar. Dari lingkungan wisata, siswa diarahkan untuk mengamati, mengenali pola, menalar, dan menemukan hubungan antara fenomena yang mereka lihat dengan konsep matematika.

Pendekatan ini membawa pesan penting: potensi daerah tidak hanya memiliki nilai wisata dan ekonomi, tetapi juga memiliki nilai edukatif. Lingkungan lokal dapat menjadi laboratorium belajar ketika dipandang melalui perspektif keilmuan yang tepat.

STEM dan RME: Dua Pendekatan, Satu Pengalaman Belajar

Kekuatan utama inovasi Charirotul terletak pada pemaduan Realistic Mathematics Education (RME) dan STEM dalam satu desain E-LKPD. RME menjadikan realitas sebagai titik awal pembelajaran. Siswa belajar matematika melalui konteks yang dekat dan dapat mereka bayangkan, sehingga konsep tidak hadir sebagai pengetahuan yang terpisah dari kehidupan. Dalam karya ini, konteks tersebut berasal dari Lembah Tumpang. Sementara itu, STEM memperluas pengalaman belajar dengan menghubungkan Science, Technology, Engineering, and Mathematics. Siswa tidak hanya memahami konsep matematika, tetapi didorong untuk menggunakannya dalam proses mengamati, menganalisis, merancang strategi, dan menyelesaikan persoalan.

Pemaduan keduanya menjadi kekuatan inovasi produk: RME menghadirkan konteks nyata sebagai pintu masuk matematika, sedangkan STEM memperluasnya menjadi pengalaman belajar lintas disiplin yang berorientasi pada pemecahan masalah. E-LKPD kemudian menjadi medium digital yang mengemas pengalaman tersebut agar lebih sesuai dengan karakter pembelajaran generasi saat ini. Dengan demikian, produk ini bukan sekadar “E-LKPD yang dibuat digital”, melainkan sebuah desain pembelajaran yang berusaha mempertemukan lokalitas, matematika, teknologi, dan kompetensi masa depan.

Dari Tumpang untuk Computational Thinking

Inovasi tersebut secara khusus diarahkan untuk memfasilitasi computational thinking. Siswa dilatih untuk tidak langsung mencari jawaban, tetapi memahami persoalan, memilah informasi, mengenali pola, memecah masalah, menentukan langkah penyelesaian, dan mengevaluasi strategi.

Kompetensi ini semakin penting dalam dunia pendidikan yang bergerak menuju ekosistem digital. PISA 2025 bahkan memasukkan computational problem solving sebagai salah satu fokus pengukuran, memperlihatkan bahwa kemampuan menggunakan cara berpikir dan praktik komputasional untuk menyelesaikan persoalan menjadi bagian penting dari kesiapan peserta didik menghadapi masa depan.

Karena itu, karya Charirotul memberikan respons yang relevan terhadap tantangan pendidikan matematika Indonesia. Konteks lokal digunakan untuk melatih kompetensi global. Siswa belajar dari lingkungan Tumpang, tetapi kemampuan yang dibangun tidak berhenti pada konteks tersebut. Mereka dilatih untuk bernalar, memecahkan masalah, berpikir sistematis, dan beradaptasi dengan situasi baru.

Membangun Self-Efficacy, Bukan Sekadar Kemampuan

Selain computational thinking, E-LKPD ini dirancang untuk memfasilitasi self-efficacy, yaitu keyakinan siswa terhadap kemampuan dirinya dalam memahami dan menerapkan matematika. Aspek ini penting karena tantangan pembelajaran matematika tidak hanya berkaitan dengan kemampuan kognitif. Siswa juga perlu memiliki keberanian untuk mencoba, ketekunan ketika menghadapi kesulitan, dan keyakinan bahwa mereka mampu menyelesaikan persoalan. Melalui aktivitas yang kontekstual dan bertahap, siswa memperoleh kesempatan untuk mengeksplorasi persoalan, mencoba strategi, menemukan solusi, dan melihat bahwa matematika dapat dipelajari melalui pengalaman yang dekat dengan kehidupan mereka. Dengan demikian, inovasi ini menyentuh dua sisi penting pembelajaran masa depan: kemampuan berpikir dan keyakinan untuk menggunakan kemampuan tersebut.

Lokalitas sebagai Jalan Menuju Kompetensi Global

Karya Charirotul menunjukkan sebuah perspektif penting dalam inovasi pendidikan: menjadi global tidak berarti meninggalkan lokalitas. Justru, potensi lokal dapat menjadi sumber kekuatan untuk membangun kompetensi global. Lembah Tumpang menjadi titik berangkat; matematika menjadi bahasa untuk memahami fenomena; RME menjadi jembatan dari realitas menuju konsep; STEM memperluas perspektif lintas disiplin; dan teknologi digital menjadi pengungkit pengalaman belajar.

Dari sinilah nilai strategis penelitian tersebut terlihat. Potensi wisata daerah tidak hanya dikenalkan sebagai destinasi, tetapi diangkat menjadi sumber pengetahuan dan ruang belajar. Pendidikan kemudian tidak hanya berfungsi mentransfer pengetahuan, tetapi juga mengajarkan peserta didik untuk membaca, menghargai, dan memanfaatkan lingkungan di sekitarnya.

Wajah Inovasi Generasi Ulul Albab

Bagi Program Studi Tadris Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, karya tersebut menjadi salah satu gambaran bagaimana mahasiswa diarahkan untuk menghasilkan penelitian yang integratif, inovatif, adaptif, dan berdampak. Mahasiswa tidak hanya belajar bagaimana mengajarkan matematika, tetapi juga bagaimana membaca potensi lingkungan, merancang pengalaman belajar, mengintegrasikan teknologi, dan mengembangkan kompetensi yang relevan dengan tantangan pendidikan masa depan. Semangat tersebut selaras dengan karakter Generasi Ulul Albab: menjadikan ilmu sebagai kekuatan untuk memahami realitas, teknologi sebagai sarana pengembangan, kreativitas sebagai jalan inovasi, dan kemaslahatan sebagai orientasi.

Dari Tumpang, lahir sebuah gagasan untuk dunia pendidikan. Dari potensi wisata lokal, dibangun pengalaman belajar matematika. Dari matematika, ditumbuhkan kemampuan berpikir dan percaya diri. Dan dari inovasi mahasiswa, lahir ikhtiar untuk menjembatani kekayaan lokal dengan kompetensi global. Inilah semangat Program Studi Tadris Matematika FTIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang: berakar pada kearifan lokal, berpijak pada ilmu, bergerak bersama teknologi, dan menghadirkan karya yang memberi manfaat bagi masa depan.

(UM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait