
Gambar 1 Peringatan HARDIKNAS 2026 Tadris Matematika
(Malang, 4 Mei 2026) — Program Studi Tadris Matematika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar peringatan Hari Pendidikan Nasional di Aula Microteaching dengan rangkaian kegiatan yang edukatif dan inspiratif. Kegiatan ini mengusung tema kesehatan mental mahasiswa yang dinilai semakin relevan di tengah tekanan akademik. Acara dibuka pada pukul 08.20 WIB oleh MC Muhammad Wahhab Al Hakim dan Umar Fatih Arkanuddin yang memandu jalannya kegiatan dengan tertib, dilanjutkan dengan pembacaan qiroah dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Suasana berlangsung khidmat sekaligus penuh semangat kebersamaan. Rangkaian pembukaan ini menjadi fondasi sebelum memasuki inti kegiatan.

Gambar 2 Sambutan Sekretaris Program Studi Tadris Matematika
Memasuki sesi sambutan, Sekretaris Program Studi, Bapak Dimas Femy Sasongko, M.Pd, menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik. Ia menyampaikan arahan dari Kemenristekdikti serta Rektor UIN, Ibu Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., CAHRM., CRMP, mengenai pentingnya dukungan kesehatan mental bagi mahasiswa. Menurutnya, tekanan akademik, tuntutan organisasi, hingga kehidupan sosial mahasiswa sering kali menjadi sumber stres. Oleh karena itu, kampus harus mampu menjadi ruang yang aman dan mendukung perkembangan mahasiswa secara menyeluruh. Sambutan ini menjadi pengantar yang kuat menuju tema utama kegiatan.

Gambar 3 Sesi Talk Show
Memasuki inti acara, talk show bertajuk “Stop Overthinking, Start Healing: SEFT untuk Mahasiswa Tadris Matematika” menghadirkan Dr. Fina Hidayati, S.Psi., M.A., selaku Ketua Program Studi S1 Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dengan Dini Aulia Putri sebagai moderator. Diskusi berlangsung interaktif dan dekat dengan realitas mahasiswa. Dr. Fina membuka materi dengan menegaskan bahwa setiap orang pasti memiliki masalah dalam hidupnya. Namun, yang sering memperumit keadaan adalah cara berpikir yang berlebihan terhadap masalah tersebut. “Masalah itu bukan tentang apa yang terjadi, tetapi pikiran yang berlebihan tentang apa yang terjadi,” ungkapnya, yang langsung mendapat perhatian serius dari peserta.Untuk menjawab permasalahan tersebut, Dr. Fina memperkenalkan teknik SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) sebagai solusi praktis. Ia mengajak peserta langsung mempraktikkan tiga tahapan utama, yaitu set up, tune in, dan tapping. Pada tahap set up, peserta diajak menerima masalah dan berdoa sambil menepuk bagian tubuh sebagai bentuk afirmasi. Tahap tune in mengajak peserta merasakan emosi dan memberi nilai intensitasnya secara jujur. Selanjutnya, tahap tapping dilakukan dengan mengetuk titik tubuh dari kepala hingga dada untuk membantu merilekskan pikiran. Sesi ini ditutup dengan latihan pernapasan, yang membuat suasana ruangan menjadi lebih tenang dan reflektif.


Gambar 4 Penampilan Lomba Musikalisasi Puisi
Setelah sesi talk show yang penuh makna, suasana beralih menjadi lebih ekspresif melalui lomba musikalisasi puisi. Empat kelas dari dua angkatan tampil membawakan karya terbaik mereka, yaitu Kelas A 2024, Kelas ICP 2025, Kelas A 2025, dan Kelas B 2025. Setiap penampilan menghadirkan kombinasi musik dan puisi yang mampu menyentuh emosi penonton. Tidak sedikit peserta yang terbawa suasana dari pesan-pesan yang disampaikan melalui karya tersebut. Dewan juri, Ibu Mutiara Arlisyah Putri Utami, M.Pd. dan Bapak Ibrahim Sani Ali Manggala, M.Pd., bahkan mengakui bahwa seluruh penampilan peserta memiliki kualitas yang sangat baik dan sulit untuk memilih pemenangnya. Hasil lomba menetapkan juara 1 diraih oleh Kelas B 2025, juara 2 oleh Kelas ICP 2025, dan juara 3 oleh Kelas A 2025.


Gambar 5 Juara Lomba Musikalisasi Puisi dan Poster Pendidikan
Selain itu, kreativitas mahasiswa juga ditunjukkan melalui lomba poster bertema pendidikan yang dilaksanakan secara daring. Setiap kelas mengirimkan perwakilan terbaiknya untuk menuangkan gagasan dalam bentuk visual yang komunikatif. Penilaian dilakukan berdasarkan kreativitas, pesan, dan kesesuaian tema oleh dewan juri, yaitu Pak Islahul Mukmin, M.Si., M.Pd dan Pak Nuril Huda, M.Pd. Pengumuman pemenang disampaikan dengan penuh antusias oleh panitia. Juara 1 diraih oleh Dita Fisabilillah dari Kelas A 2024, juara 2 oleh Dela Aura Nisa dari Kelas ICP 2024, dan juara 3 oleh Erika Manal dari Kelas B 2025. Para pemenang mendapatkan apresiasi berupa hadiah dan penghargaan.Sebagai penutup, panitia menyerahkan hadiah kepada para pemenang dan melaksanakan sesi foto bersama. Seluruh peserta tampak puas dan antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Peringatan Hardiknas ini tidak hanya memberikan pengalaman baru, tetapi juga meninggalkan pesan penting tentang keseimbangan antara akademik dan kesehatan mental. Mahasiswa diajak untuk lebih sadar, tidak terjebak dalam overthinking, dan berani memulai proses healing. Melalui kegiatan ini, Tadris Matematika menunjukkan bahwa pendidikan yang baik adalah pendidikan yang memanusiakan dan menguatkan mahasiswa.
Penulis: Dita Fisabilillah/Tadris Matematika 2024——————————————————————————————————————————————
More information:
Instagram: @tadrismatuinmaliki_official
Website: tm.fitk.uin-malang.ac.id