Malang, 4 Juni 2026 — Program Studi Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menyelenggarakan kegiatan Guest Lecture & Gelar Karya Media pada Kamis, 4 Juni 2026. Bertempat di Aula Lantai 2 Gedung Laboratorium Microteaching, kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini mengangkat tema besar “Transforming Mathematics Education through Artificial Intelligence, Digital Media and Hands-on Learning”. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa Program Studi Tadris Matematika dan dipandu oleh moderator Nasywa Adristi Qotrunnada, mahasiswi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Kegiatan dibuka dengan sambutan inspiratif dari Dekan FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Muhammad Walid, M.A. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa matematika adalah ilmu yang terukur dan objektif, berbeda dengan disiplin ilmu lain yang lebih bersifat interpretatif. Prof. Walid juga menyampaikan keyakinannya bahwa setiap manusia, tanpa terkecuali, terlahir dengan potensi matematika. “Tidak ada satu pun dari sekian banyak mahasiswa kita yang tidak memiliki potensi matematika. Anggapan bahwa seseorang tidak mampu memahami matematika adalah keliru, sebab setiap individu di manapun ia dilahirkan, kapanpun, dan dari siapapun, sejatinya telah dibekali potensi matematis dalam dirinya,” tegasnya.

Gambar 1 Sambutan Dekan FITK
Lebih jauh, Dekan FITK memaparkan visi besar untuk identitas lulusan FITK yang memiliki tiga keunggulan distingtif. Pertama, lulusan FITK dicetak sebagai pendidik profesional yang memiliki sertifikat internasional sebagai tenaga pendidik. Kedua, lulusan FITK tidak hanya mampu menggunakan teknologi, melainkan mampu menciptakan teknologi untuk pengembangan sumber dan media pembelajaran. Ketiga, lulusan FITK diharapkan tidak sekadar profesional secara akademik, tetapi juga responsif secara psikologis dalam menghadapi dinamika dan tantangan dunia pendidikan.
Memasuki sesi materi pertama, narasumber Dr. Tomi Listiawan, S.Si., M.Pd., Dosen Departemen Matematika sekaligus Kepala Sub Direktorat Data dan Informasi Universitas Negeri Malang, membawakan paparan seputar integrasi kecerdasan buatan dalam pembelajaran matematika dengan pendekatan yang kritis dan reflektif. Ia membuka sesi dengan pertanyaan mendasar soal urgensi AI dalam pendidikan. Di tengah ledakan informasi dan percepatan teknologi, AI hadir sebagai alat yang mampu mempercepat proses belajar, membantu mengolah data pembelajaran, serta membuka akses terhadap sumber belajar yang lebih beragam dan adaptif.

Gambar 2 Pemaparan Materi sesi 1
Namun, Dr. Tomi mengingatkan bahwa kecanggihan AI bukan tanpa tantangan. “Ada masalah klasik yang sering saya temukan: mahasiswa terlalu menonjolkan kelebihan teknologinya, padahal dalam konteks pembelajaran, yang terpenting adalah bagaimana kita merancang pengalaman belajar yang bermakna,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa penggunaan AI oleh mahasiswa maupun siswa pada dasarnya diperbolehkan, bahkan pemanfaatan AI kini sudah mulai masuk ke dalam kurikulum dan pedoman akademik, namun tetap harus disertai batasan dan literasi pedagogis yang memadai. Mahasiswa harus mampu mendesain ulang hasil yang dihasilkan AI dengan menggunakan kompetensi pedagogik dan nalar keilmuan mereka sendiri, bukan sekadar menyalin luaran AI mentah-mentah. Dalam paparannya, Dr. Tomi juga memperkenalkan model pembelajaran daring PEDATI yang dikembangkan oleh Chaeruman sebagai salah satu kerangka yang dapat menjadi acuan dalam merancang pembelajaran berbasis teknologi secara terstruktur dan bermakna. Sesi pertama ini ditutup dengan pesan yang tegas namun penuh makna: “Jangan meninggalkan pedagogik dalam memanfaatkan teknologi.
Sesi materi kedua dibawakan oleh Achmad Firmansyah, M.Pd., Mathematics Teacher dari Thursina International Islamic Boarding School Malang, dengan pendekatan yang lebih praktikal dan interaktif. Peserta diajak langsung untuk mengenal dan mencoba berbagai platform digital yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran matematika. Beberapa platform yang dipraktikkan antara lain Wordwall untuk membuat kuis dan permainan interaktif, NotebookLM untuk membuat video pembelajaran dan peta konsep berbasis AI, Gemini untuk menghasilkan presentasi PowerPoint serta konten audio pendukung pembelajaran, hingga Canva Site untuk membangun halaman web sederhana sebagai portofolio atau publikasi media pembelajaran.

Gambar 3 Pemaparan Materi sesi 2
Antusiasme peserta tampak tinggi sepanjang sesi berlangsung. Kegiatan ini juga diramaikan dengan Gelar Karya Media Pembelajaran, di mana mahasiswa Tadris Matematika menampilkan berbagai karya media yang telah mereka kembangkan. Pameran ini menjadi ruang apresiasi sekaligus wahana saling belajar antar mahasiswa dalam berkreasi di bidang media pembelajaran matematika.
Kegiatan Guest Lecture & Gelar Karya Media ini menjadi bukti nyata komitmen Program Studi Tadris Matematika FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam mempersiapkan generasi pendidik matematika yang adaptif, kreatif, dan melek teknologi. Dengan memadukan wawasan akademik, praktik langsung, dan pameran karya, kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang holistik bagi seluruh peserta.
——————————————————————————————————————————————
More information:
Instagram: @tadrismatuinmaliki_official
Website: tm.fitk.uin-malang.ac.id