
Pada tanggal 18 September 2022, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maliki Malang menyelenggarakan workshop dengan tema “Kekuatan Maaf: .” Acara ini dipimpin oleh Prof. Dr. H. Wildana Wargadinata, Lc., M.Ag., seorang ahli dalam bidang studi Islam dan psikologi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan wawasan yang mendalam mengenai pentingnya memaafkan, baik kepada diri sendiri maupun orang lain, sebagai cara untuk melepaskan beban emosional yang sering mengganggu keseharian kita.
Workshop ini mencakup penjelasan tentang konsep memaafkan serta praktik-praktik yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Prof. Wildana menjelaskan bahwa memaafkan merupakan bagian integral dari ajaran Nabi Muhammad SAW, yang menekankan pentingnya menghilangkan rasa dendam dan membangun hubungan yang harmonis. Peserta diajak untuk merenungkan pengalaman pribadi mereka terkait pengampunan, sehingga dapat merasakan dampak positif dari sikap pemaaf.
Dalam sesi interaktif, peserta diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman mengenai tantangan yang mereka hadapi dalam memaafkan. Prof. Wildana menekankan bahwa maaf bukan sekadar ucapan, melainkan juga proses yang memerlukan ketulusan hati. “Maaf adalah jembatan yang menghubungkan luka dengan penyembuhan; ‘Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka jika Allah mengampuni kamu?’ (Q.S. An-Nur: 22),” ujarnya, mengingatkan peserta akan pentingnya sikap pemaaf dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini juga dilengkapi dengan latihan praktis yang membantu peserta menerapkan konsep memaafkan dalam kehidupan mereka. Melalui teknik relaksasi dan refleksi, peserta diajak untuk melepaskan beban emosional yang mungkin mereka bawa. Prof. Wildana berharap bahwa dengan memahami dan mempraktikkan memaafkan, peserta dapat merasakan kebebasan emosional dan kedamaian dalam hidup mereka.
Sebagai penutup, Prof. Wildana mengajak semua peserta untuk menjadikan memaafkan sebagai bagian dari rutinitas harian mereka. Ia menekankan bahwa dengan memaafkan, kita tidak hanya membebaskan diri dari beban emosional, tetapi juga membuka jalan untuk hubungan yang lebih baik dengan orang lain. Kegiatan ini diakhiri dengan doa bersama, sebagai ungkapan harapan agar setiap individu dapat menemukan kekuatan dalam memaafkan dan menjalani hidup dengan lebih bahagia.