MIU Login

AI for Teachers: Tadris Matematika UIN Malang dan Dikdasmen Muhammadiyah Kabupaten Trenggalek Dorong Transformasi Pembelajaran Matematika yang Adaptif, Etis, dan Berdampak

Trenggalek – Di tengah pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang mempengaruhi lanskap pendidikan dunia, Program Studi S1 Tadris Matematika Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengambil langkah nyata melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bersama dengan Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Trenggalek.

Bertempat di Aula MTs Muhammadiyah Watulimo, Kabupaten Trenggalek, kegiatan bertema “Transformasi Pendidikan Matematika Berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk Mewujudkan Pembelajaran Inovatif, Etis, dan Berdampak di Sekolah/Madrasah” ini diikuti oleh seluruh kepala sekolah serta perwakilan guru SD, MI, MTs, SMA, MA, dan SMK Muhammadiyah se-Kabupaten Trenggalek.

Pelatihan tersebut menjadi wadah penguatan kompetensi guru dalam menghadapi era digital dengan mengintegrasikan teknologi AI, pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning), STEM, budaya lokal, dan nilai-nilai Islam sebagai fondasi pendidikan masa depan.

Gambar 1. Pembukaan kegiatan PKM Prodi Tadris Matematika di Aula MTs Muhammadiyah Watulimo Trenggalek

Kegiatan dibuka oleh Ketua Program Studi S1 Tadris Matematika FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Ulfa Masamah, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa transformasi pendidikan tidak cukup hanya menguasai teknologi, tetapi juga harus memastikan bahwa teknologi dimanfaatkan untuk memperkuat kualitas pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik.

“Artificial Intelligence merupakan peluang besar bagi dunia pendidikan. Namun, AI harus ditempatkan sebagai alat yang membantu guru menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna, kreatif, dan personal. Guru tetap menjadi aktor utama yang membimbing peserta didik dengan nilai-nilai etika, budaya, dan keislaman,” ujar Ulfa Masamah.

Ia menambahkan bahwa Program Studi Tadris Matematika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berkomitmen menghadirkan berbagai inovasi pendidikan yang menjawab tantangan abad ke-21 melalui sinergi antara perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen PDM Kabupaten Trenggalek, Sudirman, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin dengan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Menurutnya, Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas guru agar semakin siap menghadapi perubahan yang terjadi begitu cepat.

“Sekolah dan madrasah harus menjadi pelopor inovasi pendidikan. Guru tidak hanya dituntut menguasai teknologi, tetapi juga mampu mengintegrasikan nilai-nilai karakter, budaya, dan agama sehingga menghasilkan pembelajaran yang benar-benar berdampak bagi peserta didik,” ungkapnya.

Empat Materi Strategis Menjawab Tantangan Pendidikan Masa Depan

Sebagai bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi, kegiatan ini menghadirkan dosen-dosen Program Studi S1 Tadris Matematika FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang memiliki kepakaran di bidang kepemimpinan pendidikan, teknologi pembelajaran, dan inovasi pembelajaran matematika.

Materi pertama disampaikan oleh Dr.Imam Sujarwo, M.Pd. dengan tema Manajemen Kepemimpinan di Era Artificial Intelligence. Dalam paparannya, Beliau menjelaskan bahwa kepemimpinan pendidikan pada era digital memerlukan kemampuan adaptif, pengambilan keputusan berbasis data, penguatan budaya inovasi, serta kebijakan yang mampu mengarahkan pemanfaatan AI secara etis dan bertanggung jawab di lingkungan sekolah maupun madrasah.

Gambar 2. Narasumber sedang Menyampaikan Materi Majamenen Kepemimpinan bersama Para Kepala Sekolah/Madrasah

Sesi berikutnya disampaikan oleh Dr. Marhayati, M.PMat. dan Mutiara Arlisyah Putri Utami, M.Pd mengenai Desain Pembelajaran Deep Learning Terintegrasi Budaya dengan Memanfaatkan Artificial Intelligence. Ia menekankan bahwa pembelajaran mendalam tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga pada kemampuan berpikir kritis, reflektif, dan kontekstual. Melalui dukungan AI, guru dapat merancang pengalaman belajar yang lebih inovatif, sekaligus mengintegrasikan budaya lokal sebagai sumber belajar yang relevan dengan kehidupan peserta didik.

Gambar 3. Para Narasumber sedang berinteraksi dengan peserta “Belajar sambil ber-AI” dan “Pembelajaran deep learning terintegrasi budaya berbasis AI”

Pelatihan kemudian dilanjutkan oleh Ibrahim Sani Ali Manggala, M.Pd. melalui sesi praktik “Belajar Sambil Ber-AI”. Dalam sesi ini peserta diajak mengeksplorasi berbagai platform AI yang dapat dimanfaatkan untuk menyusun modul ajar, membuat media pembelajaran interaktif, menghasilkan soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS), menyusun asesmen, hingga membantu guru melakukan diferensiasi pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik.

Pada sesi selanjutnya, Muhammad Islahul Mukmin, M.Si., M.Pd dan Ulfa Masamah, M.Pd  membahas Transformasi Pembelajaran Matematika Berbasis STEM Terintegrasi Islam. Ia menjelaskan bahwa pembelajaran matematika masa depan harus mampu menghubungkan konsep-konsep matematika dengan sains, teknologi, rekayasa, dan kehidupan nyata melalui pendekatan STEM. Integrasi nilai-nilai Islam menjadi pembeda penting agar peserta didik tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga karakter, etika, dan tanggung jawab dalam memanfaatkan ilmu pengetahuan.

Sebagai penutup, Taufiq Satria Mukti, M.Pd memperkuat diskusi mengenai strategi implementasi pembelajaran inovatif berbasis AI yang berpusat pada peserta didik (student-centered learning). Ia menekankan pentingnya guru membangun ekosistem pembelajaran yang kolaboratif, kreatif, serta memanfaatkan AI secara proporsional untuk mendukung proses belajar tanpa menghilangkan peran guru sebagai fasilitator, pembimbing, dan teladan.

Gambar 4. Foto bersama Narasumber dengan para Guru Peserta PKM setelah Penyampaian Materi

Kolaborasi untuk Pendidikan yang Lebih Berdampak

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Para kepala sekolah dan guru aktif berdiskusi mengenai tantangan implementasi AI, strategi meningkatkan literasi digital guru, hingga pentingnya menjaga etika dalam penggunaan teknologi di lingkungan pendidikan.

Gambar 5. Peserta PKM antusias mengikuti kegiatan

Suasana pelatihan berlangsung interaktif ketika para peserta mencoba secara langsung berbagai aplikasi AI dan mendiskusikan implementasinya di sekolah masing-masing. Banyak guru mengaku baru menyadari bahwa AI dapat menjadi mitra kerja yang mampu meningkatkan efisiensi sekaligus kreativitas dalam merancang pembelajaran. Melalui kegiatan ini, Program Studi S1 Tadris Matematika FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak nyata. Kolaborasi dengan Majelis Dikdasmen PDM Kabupaten Trenggalek diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem pendidikan Muhammadiyah yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya dan keislaman.

Gambar 6. Penyerahan Cinderamata dari Pihak Prodi Tadris Matematika FITK UIN Malang (Ulfa Masamah, M.Pd) ke Ketua Majlis Dikdasmen PDM Kabupaten Trenggalek (Bapak Sudirman)

Transformasi pendidikan pada era Artificial Intelligence tidak lagi hanya berbicara tentang pemanfaatan teknologi, tetapi juga tentang bagaimana guru mampu beradaptasi dengan perubahan yang berlangsung sangat cepat. Di tengah tuntutan pembelajaran yang semakin personal, kreatif, dan berpusat pada peserta didik, guru dituntut memiliki kompetensi baru dalam memanfaatkan AI secara cerdas, etis, dan bertanggung jawab. Oleh karena itu, penguatan kapasitas guru menjadi kebutuhan mendesak agar teknologi benar-benar mampu meningkatkan kualitas pembelajaran tanpa menghilangkan peran guru sebagai pendidik, pembimbing, dan teladan.

Gambar 7. Foto Bersama Tim Prodi Tadris Matematika bersama Seluruh Peserta PKM Dari Aula MTs Muhammadiyah

Watulimo, Trenggalek, semangat transformasi itu digaungkan melalui kolaborasi Program Studi S1 Tadris Matematika FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bersama Majelis Dikdasmen PDM Kabupaten Trenggalek. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa perguruan tinggi hadir menjawab kebutuhan riil guru di lapangan melalui penguatan kepemimpinan, desain pembelajaran deep learning, pemanfaatan AI dalam pembelajaran, serta pengembangan pembelajaran matematika berbasis STEM yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam. Diharapkan, inisiatif ini mampu melahirkan guru-guru yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21, sekaligus menjadi penggerak lahirnya ekosistem pembelajaran yang berdampak bagi kemajuan sekolah, madrasah, dan masa depan pendidikan Indonesia (UM)

اترك تعليقاً

لن يتم نشر عنوان بريدك الإلكتروني. الحقول الإلزامية مشار إليها بـ *

Berita Terkait