Malang, 18 Juni 2026 – Semangat belajar dan antusiasme tinggi mewarnai pelaksanaan Pelatihan Q-Matrik (Questioning Mathematics & Assessment Training for Reasoning and Innovative Creative) yang diselenggarakan oleh HMPS Tadris Matematika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Bertempat di Gedung A UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada pukul 12.30–15.00 WIB, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran yang inspiratif bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan dalam merancang soal matematika yang berkualitas, kreatif, dan sesuai standar kompetisi.
Mengusung tema “Rancang Soal Berkualitas, Wujudkan Kompetisi Matematika yang Berkelas”, kegiatan ini diikuti oleh 21 peserta yang berasal dari mahasiswa Program Studi Tadris Matematika. Pelatihan ini dirancang sebagai upaya meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam bidang asesmen matematika, khususnya penyusunan soal olimpiade yang mampu mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS), penalaran matematis, serta kreativitas peserta didik.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh Anny Faridah Salsabila selaku Master of Ceremony yang memandu jalannya kegiatan dengan penuh semangat. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ketua HMPS Tadris Matematika, Dwi Gita Marsya Syakila, yang menyampaikan pentingnya kemampuan menyusun soal sebagai bekal bagi calon pendidik matematika. Dalam sambutannya, beliau berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk meningkatkan kualitas akademik sekaligus memperluas wawasan mengenai dunia kompetisi matematika. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Muhammad Akbar Habibullah Kurniawan, sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan lancar dan penuh keberkahan.

Gambar 1. Pemaparan materi sesi pertama
Memasuki sesi inti, peserta mendapatkan materi pertama dari Nuril Huda, M.Pd., dosen Program Studi Tadris Matematika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Pada sesi ini, beliau menjelaskan berbagai prinsip dasar dalam penyusunan soal olimpiade matematika. Materi yang disampaikan meliputi karakteristik soal kompetisi yang baik, teknik mengembangkan ide soal, penyusunan indikator, hingga pentingnya penggunaan bahasa yang jelas dan tidak menimbulkan multitafsir.
Beliau juga menekankan bahwa soal olimpiade bukan sekadar soal yang sulit, melainkan soal yang mampu mengukur kemampuan berpikir peserta secara mendalam dan sistematis. Berbagai contoh soal kompetisi turut dibahas bersama peserta sehingga suasana pembelajaran menjadi lebih interaktif. Peserta tampak antusias mengikuti penjelasan, terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi yang muncul selama sesi berlangsung.

Gambar 2. Pemaparan materi sesi kedua
Sesi berikutnya dilanjutkan oleh Achmad Firmansyah, M.Pd., lulusan Magister Tadris Matematika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang saat ini aktif mengajar di Thursina International Islamic Boarding School. Dalam pemaparannya, beliau membagikan pengalaman dan strategi dalam menyusun soal olimpiade yang menarik, menantang, serta sesuai dengan kemampuan peserta kompetisi.
Tidak hanya berisi penyampaian materi, sesi kedua juga menjadi bagian yang paling dinantikan peserta, yaitu praktik langsung penyusunan soal olimpiade matematika. Pada sesi ini, peserta dibagi untuk mengembangkan ide soal berdasarkan materi yang telah dipelajari sebelumnya. Mereka diminta menyusun indikator, merancang pertanyaan, menentukan tingkat kesulitan, serta mempertimbangkan aspek penalaran yang ingin diukur dalam soal tersebut.

Gambar 2. Praktik pembuatan soal
Suasana ruangan berubah menjadi lebih aktif dan dinamis. Peserta terlihat berdiskusi, bertukar gagasan, serta saling memberikan masukan terhadap rancangan soal yang dibuat. Para pemateri juga turut mendampingi peserta selama proses praktik berlangsung, memberikan arahan serta evaluasi terhadap hasil pekerjaan yang telah disusun. Melalui sesi praktik ini, peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memperoleh pengalaman nyata dalam proses penyusunan soal kompetisi matematika.
Kegiatan berlangsung dengan suasana yang kondusif, komunikatif, dan penuh semangat belajar. Interaksi yang terjalin antara pemateri dan peserta membuat pelatihan berjalan secara efektif serta memberikan pengalaman akademik yang berkesan bagi seluruh peserta yang hadir.

Gambar 3. Foto Bersama seluruh peserta
Melalui kegiatan ini, HMPS Tadris Matematika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap mahasiswa tidak hanya mampu memahami konsep penyusunan soal secara teoritis, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dalam menghasilkan soal-soal matematika yang inovatif, berkualitas, dan mampu mendukung terciptanya kompetisi matematika yang lebih berkelas. Pelatihan Q-Matrik 2026 menjadi bukti nyata komitmen HMPS Tadris Matematika dalam mendukung pengembangan kompetensi akademik mahasiswa sekaligus mencetak generasi pendidik matematika yang profesional, kreatif, dan siap menghadapi tantangan pendidikan di masa depan.
——————————————————————————————————————————————
More information:
Instagram: @tadrismatuinmaliki_official
Website: tm.fitk.uin-malang.ac.id