MIU Login

Sukses! Kompetisi Matematika (KOMIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang 2025: Math Beyond Limits, Sustainable Innovation for the Next Generation

Malang, 2 November 2025-Himpunan Mahasiswa Program Studi Tadris Matematika (HMPS-TM) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menggelar Kompetisi Matematika (KOMIK) Nasional 2025 yang ke-7 dengan mengusung tema besar “Math Beyond Limits: Sustainable Innovation for the Next Generation.” Kegiatan bergengsi ini menjadi ajang pengembangan potensi, kreativitas, dan inovasi generasi muda muslim dalam bidang matematika dan pendidikan melalui tiga rangkaian utama: Olimpiade Matematika Nasional, Lomba Esai Pendidikan, dan Seminar Nasional sebagai puncak kegiatan.

Gambar 1. Pelaksanaan Babak Penyisihan Olimpiade Nasional KOMIK 2025

Rangkaian pertama, Olimpiade Matematika Nasional KOMIK 2025 Tingkat SLTP dan SLTA Islam, mengangkat tema “Towards a Golden Generation Through Mathematical Brilliance.” Olimpiade ini diikuti oleh 386 peserta dari seluruh Indonesia, dengan rincian 135 peserta tingkat SMA dan 251 peserta tingkat SMP. Babak penyisihan diselenggarakan secara daring pada 11 Oktober 2025, dan dari hasil seleksi diambil 10 besar nasional serta 5% peserta terbaik di tiap panlok untuk melaju ke babak semifinal.

Gambar 2. Pelaksanaan Babak Semifinal Olimpiade KOMIK 2025

Tahap semifinal dan final dilaksanakan secara luring pada 1 November 2025 di Gedung A UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Acara semifinal dibuka oleh Bapak Dimas Femy Sasongko, M.Pd., selaku Sekretaris Program Studi Tadris Matematika. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan “Melalui KOMIK ini, kami ingin menunjukkan bahwa matematika bukanlah pelajaran yang menakutkan, tetapi justru ilmu yang relevan dan dapat diterapkan dalam kehidupan modern yang sering kali menganggap matematika sebagai sesuatu yang sulit.”

Sebanyak 46 peserta berhasil melaju ke semifinal, terdiri atas 27 peserta tingkat SLTP Islam dan 19 peserta tingkat SLTA Islam. Pada babak ini, peserta mengerjakan 10 butir soal dengan bobot berbeda selama 60 menit. Dari hasil penilaian, 10 peserta terbaik di tiap jenjang terpilih untuk melanjutkan ke babak final yang dilaksanakan pada hari yang sama.

Gambar 3. Pelaksanaan Babak Final Olimpiade KOMIK 2025

Babak final dimulai pukul 12.45 WIB, dengan 3 butir soal isian berkarakter HOTS dan terintegrasi nilai-nilai keislaman. Usai pengerjaan, masing-masing peserta mempresentasikan salah satu soal secara acak di hadapan dewan juri dalam format 5 menit presentasi dan 3 menit sesi tanya jawab. Tahap ini menjadi puncak adu ketajaman logika dan kemampuan komunikasi ilmiah para peserta muda.

Rangkaian kedua adalah Lomba Esai Pendidikan KOMIK 2025 dengan tema “Strategi Membangun Generasi Kritis dan Adaptif: Integrasi Literasi dan Teknologi dalam Pembelajaran di Abad 21.”
Kompetisi ini diikuti oleh tim-tim terbaik dari berbagai universitas bergengsi di Indonesia. Setiap tim mengirimkan satu esai orisinal yang dinilai berdasarkan orisinalitas ide, argumentasi, dan relevansi tema. Dari seleksi awal, 6 tim terbaik terpilih untuk melaju ke babak final yang diselenggarakan secara daring pada 18 Oktober 2025.

Gambar 4. Pelaksanaan Babak Final Lomba Esai Pendidikan KOMIK 2025

Pada tahap final, peserta diwajibkan menyiapkan presentasi PowerPoint dan video pengenalan esai mereka. Dewan juri pada ajang ini adalah Bapak Taufiq Satria Mukti, M.Pd., dan Ibu Mutiara Arlisyah Putri Utami, M.Pd., dosen Tadris Matematika yang berpengalaman dalam bidang pendidikan dan literasi digital. Suasana final berlangsung khidmat dan menegangkan, dengan diskusi ilmiah yang menggugah pemikiran kritis para peserta dalam menjawab tantangan pendidikan di era digital.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Seminar Nasional KOMIK 2025 digelar pada 2 November 2025 di Auditorium Gedung D UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Seminar ini sekaligus menjadi puncak acara KOMIK 2025, dengan mengusung tema “Membaca Dunia dari Perspektif Nusantara untuk Membangun Pendidikan Matematika di Masa Depan.”

Acara ini menghadirkan narasumber utama Bapak Lathiful Anawar, S.Si., M.Sc., Ph.D., dosen Universitas Negeri Malang yang dikenal aktif dalam riset dan inovasi pendidikan matematika. Beliau juga berstatus sebagai Lektor Kepala di Universitas Negeri Malang dengan riwayat akademik hingga jenjang doktor di University of Groningen, Belanda, Dr. Lathiful telah menghasilkan lebih dari 20 penelitian dan publikasi internasional terkait RME, etnomatematika, dan pembelajaran berbasis teknologi. Pengalaman akademik dan pengabdian beliau memperkaya wawasan peserta seminar mengenai keterhubungan antara matematika, teknologi, dan budaya.

Gambar 5. Seminar Nasional KOMIK 2025

Dalam presentasinya berjudul “Realistic Mathematics Education (RME): Tren Riset, Integrasi Teknologi & AI dalam Pembelajaran Matematika,” Dr. Lathiful Anwar menjelaskan bahwa pendekatan RME menempatkan matematika sebagai aktivitas manusia yang tumbuh dari realitas sehari-hari. Ia mencontohkan bagaimana konsep matematika dapat dihubungkan dengan kebudayaan lokal, situs bersejarah, hingga permainan tradisional, sehingga siswa dapat memahami makna konsep secara konkret dan kontekstual. Melalui model iceberg yang menggambarkan tahapan berpikir matematis dari konteks nyata hingga formal, Dr. Lathiful menekankan pentingnya matematisasi progresif, yakni perjalanan siswa dari pengalaman nyata menuju abstraksi konseptual. Ia juga memaparkan hasil risetnya mengenai integrasi teknologi digital, GeoGebra, serta Augmented Reality (AR) yang memperkuat eksplorasi dan penalaran visual siswa dalam pembelajaran matematika

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Dekan FITK, Prof. Muhammad Walid, M.A., yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa KOMIK menjadi bukti nyata komitmen UIN Malang dalam melahirkan generasi muda muslim yang berilmu, berakhlak, dan berdaya inovasi terkhusus dalam bidang matematika. Hadir pula Kepala Program Studi Tadris Matematika, Ibu Ulfa Masamah, M.Pd., serta Sekretaris Prodi, Bapak Dimas Femy Sasongko, M.Pd., yang menegaskan pentingnya kolaborasi dan inovasi berkelanjutan dalam mengembangkan pendidikan matematika berbasis riset dan nilai keislaman. Selain itu mereka juga mengucapkan apresiasi, ucapan selamat, dan terima kasih kepada seluruh peserta dan pemenang Olimpiade Naional dan Lomba Esai Pendidikan KOMIK 2025.

Acara turut dihadiri oleh Ketua HMPS Tadris Matematika, Fithrotun Nada, dan Ketua Pelaksana KOMIK 2025, Zakiyatul Ilmiah, yang menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya seluruh rangkaian kegiatan dengan lancar. Tak lupa, ucapan terima kasih dihaturkan kepada seluruh peserta dan panitia yang turut andil berkontribusi dalam jalannya acara ini.

Sebagai puncak acara, diumumkan para pemenang Olimpiade Matematika Nasional dan Lomba Esai Pendidikan KOMIK 2025. Lomba Esai ini menjadi ajang bagi mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia untuk menampilkan gagasan kreatif dan solutif terkait strategi pembelajaran abad ke-21. Berikut jajaran para pemenanang Lomba Esai Pendidikan, Juara 1 diraih oleh Adhelya Putri Dyani dan Yustika Berlian Cindy Aprillia dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Juara 2 diraih oleh Wahyu Karunia dan Ij’al Li Lisana S. dari Universitas Tidar, Juara 3 diraih oleh Aunia Shifni El Wardah dan Fatimah Robiatus Tsaniyyah dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Juara Harapan 1 diraih oleh Syahila Syeerli dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Juara Harapan 2 diraih oleh Anis Shafiyah dan Hilmiyah Nur Rahmaniyah dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dan Juara Harapan 3 diraih oleh Dinda Aulia Nisya dan Luqyana Luthfi Han dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Setelah pembacaan pemenang Lomba Esai Pendidikan, acara dilanjutkan dengan pengumuman pemenang Olimpiade Matematika Nasional KOMIK 2025. Untuk tingkat SLTP Islam, Juara 1 diraih oleh Haikal Fatihan Asrofi dari MTs At-Taqwa Bondowoso, Juara 2 diraih oleh Faeyza Izzanullah dari SMP Islam Terpadu Al-Hidayah Sumenep, Juara 3 diraih oleh Muhammad Rafdan Alfaroby dari SMP Progresif Bumi Sholawat, Juara Harapan 1 diraih oleh Achmad Zulfiansyah dari MTsN 2 Malang, Juara Harapan 2 diraih oleh Maydihan Akmal Ghazwani Al-Qudsy dari MTsN 1 Kota Malang, dan Juara Harapan 3 diraih oleh Popy Pradellita dari MTsN 7 Kota Malang.

Sementara itu, untuk tingkat SLTA Islam, Juara 1 diraih oleh Alif Thoriquz Ziyad dari MA Abadiyah Pati, Juara 2 diraih oleh Naila Rosyada Wahyudi dari MAN 2 Kota Malang, Juara 3 diraih oleh Muhammad Yugho Lil Taala Saidi dari SMA Al-Maahira IIBS Malang, Juara Harapan 1 diraih oleh Muhammad Qolbi Shuhubara dari SMA Progresif Bumi Sholawat, Juara Harapan 2 diraih oleh Sabrina Rahma Wibowo dari MA Nurul Islam, dan Juara Harapan 3 diraih oleh Ulin Nikmah dari MA Abadiyah Pati.

Dengan berakhirnya seminar nasional ini, resmi pula berakhir seluruh rangkaian KOMIK 2025.
Melalui kegiatan ini, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menegaskan perannya sebagai pelopor pendidikan yang integratif dan inovatif. Membentuk generasi masa depan yang unggul dalam ilmu, tangguh dalam moral, ber-ulul albab, dan adaptif terhadap tantangan zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait