MIU Login

Tadris Matematika UIN Malang Gelar Kuliah Tamu Spektakuler: Revolusi Pendidikan Matematika untuk Wujudkan SDGs Berkelanjutan

Malang, Jumat (19/9/2025)-Program Studi Tadris Matematika Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menggelar kuliah tamu bertema “Integrasi Penelitian, Pengajaran, dan Pengabdian untuk Mewujudkan SDGs melalui Pendidikan Matematika Berdampak yang menghadirkan narasumber utama Bapak Prof. Dr. Ibrahim, M.Pd. dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan Bapak Ibrahim Sani Ali Manggala, M.Pd. sebagai moderator. Kuliah tamu ini bertujuan memperkuat peran pendidikan matematika dalam mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs). Acara berlangsung secara luring di Aula Microteaching  UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan diikuti oleh segenap sivitas akademika, baik itu dosen maupun mahasiswa. Sasaran kegiatan ini ditujukan khusus kepada mahasiswa Tadris Matematika angkatan 2025. 

Sebelum memasuki acara inti, kegiatan diawali dengan pra-acara berupa senam bersama yang dipandu oleh Saudari Lathifun Nida selaku instruktur dan diikuti dengan penuh antusias oleh mahasiswa serta dosen. Usai kegiatan tersebut, acara resmi dimulai dengan pembukaan yang dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Saudara M. Nasichul Umam. Seluruh hadirin kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars UIN Maulana Malik Ibrahim yang dipandu oleh Saudari Zakiyatul Ilmiah selaku dirigen. Selanjutnya, acara berlanjut dengan sambutan-sambutan dari pimpinan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FITK) dan Program Studi Tadris Matematika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Tadris Matematika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Ibu Ulfa Masamah, M.Pd. menekankan bahwa “Ilmu tanpa amal bagaikan pohon tanpa buah,” yang bermakna ilmu harus diwujudkan dalam tindakan nyata agar memberikan manfaat bagi diri sendiri dan lingkungannya, sebagaimana hadits Nabi Muhammad SAW: “Khoirunnas anfauhum linnas” yang berarti “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”

Acara ini dibuka oleh Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Bapak Drs. M. Yunus, M.Si. Dalam sambutannya, beliau mengingatkan profesi guru sebagai tugas mulia yang terdiri dari tiga peran utama: pengajar (transfer of knowledge), pendidik, dan cendekiawan yang mana bertugas membentuk karakter dan jiwa pembelajar. Beliau juga mengutip filosofi guru dari bahasa Sanskerta yang berarti “menerangi kegelapan.” Beliau juga menegaskan bahwa Program Studi Tadris Matematika UIN Malang berupaya mengintegrasikan sains, islam, teknologi, dan berdampak positif pada makhluk hidup juga lingkungan sekitar. Nilai moral sederhana seperti menyingkirkan batu dari jalan pun menjadi contoh tindakan kebaikan yang mampu menumbuhkan kepedulian sosial.

Rangkaian acara selanjutnya yakni pembacaan doa yang dipimpin langsung oleh Bapak M. Islahul Mukmin, M.Si, M.Pd., kemudian dilanjutkan dengan sesi dokumentasi bersama seluruh peserta. Setelah itu, dilakukan prosesi penyerahan sertifikat oleh Wakil Dekan I FITK, Bapak Drs. M. Yunus, M.Si. dan cinderamata oleh Kaprodi Tadris Matematika, Ibu Ulfa Masamah, M.Pd., diberikan kepada narasumber sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi. Memasuki acara inti, Prof. Dr. Ibrahim, M.Pd. menyampaikan materi kuliah tamu yang disambut antusias oleh mahasiswa dan dosen yang hadir. Prof. Dr. Ibrahim, M.Pd. membuka materinya dengan menyoroti agenda Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) tentang pembangunan berkelanjutan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga untuk generasi mendatang. Beliau menekankan pentingnya sikap tidak egois demi masa depan anak cucu kita, sesuai dengan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs) yang menjadi fokus global sejak 2015.

Dalam konteks SDGs, Prof. Dr. Ibrahim, M.Pd. menyoroti peran pendidikan matematika melalui prinsip “Mathematics for All”. Prinsip ini mendukung pendidikan inklusif dan berkualitas, serta mengajarkan cara berpikir divergen. sekaligus menghargai keragaman. Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa penelitian dalam Pendidikan matematika harus menghasilkan inovasi metode dan media pembelajaran yang relevan dengan isu keberlanjutan dan tuntutan abad 21. Sementara dalam pengajaran matematika perlu mengadaptasi kurikulum berbasis SDGs agar mahasiswa tidak hanya paham teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata. Pengajaran matematika harus mengembangkan 4C yakni communication (komunikasi), collaboration (kolaborasi), critical thinking and problem solving (berpikir kritis dan pemecahan masalah), serta creativity (kreativitas dan inovasi).

Prof. Dr. Ibrahim, M.Pd. juga menekankan pentingnya peta jalan penelitian yang mengarahkan tema penelitian dosen dan mahasiswa agar pemerataan peran dapat dibagi secara sinergis untuk mencapai tujuan bersama, meski peta jalan ini bersifat umum dan fleksibel. Di akhir pemaparan materinya, beliau memberikan sebuah motivasi bahwa segala sesuatu yang manis memerlukan perjuangan dan tidak mudah untuk mendapatkannya. Memiliki kesadaran (awareness) tentang hal ini adalah kunci untuk menyadarkan kita bahwa hasil yang indah sering datang dari kerja keras dan ketekunan.

Kuliah tamu ini menekankan bahwa matematika bukan hanya ilmu abstrak yang diajarkan di kelas, tetapi suatu alat berpikir, pemecahan masalah, dan konstruksi sosial. Sebagai Kesimpulan, acara ini menegaskan bahwa pendidikan matematika diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan yang cakap secara akademis, tetapi juga mampu memberi kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan bangsa. Acara di akhiri dengan sesi tanya jawab yang interaktif antara narasumber dan peserta, sekaligus dilanjutkan dengan pemberian apresiasi berupa doorprize kepada para peserta dengan kategori-kategori tertentu.

More information:
Instagram: @tadrismatuinmaliki_official
Website: tm.fitk.uin-malang.ac.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait