MIU Login

Terukir Saat Bersama, Namun Rapuh Saat Berpisah

Oleh: Moch. Sukron Makmun

Sumber: Dokumen Pribadi

Musim telah berganti…

Kemarau pun telah tiba…

Kini angin bertiup kencang

Daun-daun telah gugur bertebaran

Bahkan air sungai pun telah mengering

Bumi ini telah tandus…

Hal yang baru telah tiba

Bahkan kita berpijak di bumi yang sama

Berada di bawah nangungan yang sama

Berjabat tangan, saling mengenal, saling sapa…

Tanpa rasa sadar kehidupan baru akan ku lintasi bersamamu kawan…

Dengan terbenamnya sang surya disitulah terbentuk sebuah hubungan persahabatan…

Kawan…                                                                          

Kau bagaikan jam tangan yang melingkari pergelanganku…

Setiap saat kau selalu hadir disisiku

Pundak tubuh ini kau jadikan sebuah sandaran

Jari jari tangan ini mampu menyuapimu

Dalam persahabatan inilah aku dapat mengukir kenangan indah di saat bersamamu…

Kawan kau telah hadir dalam hidupku

Sulit untukku melepaskanmu

Tetapi kini aku tak berdaya…

Kau telah berpaling dariku…

Kau telah membuat hatiku remuk

Kau telah meninggalkan aku sendirian di bawah atap rumah kayu…

Hati ini tak mampu untuk menampung kepedihan

Kini hatiku telah rapuh disaat berpisah

Kawan apa kau tau

Hubungan ini bagaikan kayu jati yang di gerumuni oleh rayap…

Kayu itu begitu kuat…

Namun pada dasarnya kayu itu akan tetap rapuh…

Tetapi diri ini tetap berharap kau kembali kepadaku…

Kawan aku akan menantimu…

Untuk kembali kepadaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait