
Pada tanggal 15 Agustus 2021, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maliki Malang mengadakan sebuah pelatihan yang bertemakan “Syukur dalam Setiap Detik: .” Kegiatan ini dipandu oleh Dr. Syuhadak, MA, yang dikenal sebagai seorang pemikir dan motivator dalam bidang spiritualitas. Acara ini bertujuan untuk mengajak peserta merenungkan pentingnya bersyukur atas setiap nikmat yang diberikan oleh Allah, baik yang besar maupun yang kecil. Dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban, peserta diajak untuk lebih menghargai kehidupan yang mereka jalani.
Kegiatan ini melibatkan praktik syukur harian, di mana peserta diminta untuk mencatat hal-hal kecil yang mereka syukuri dalam kehidupan sehari-hari. Dr. Syuhadak menekankan bahwa seringkali kita terjebak dalam rutinitas dan melupakan nikmat-nikmat kecil yang sebenarnya sangat berarti. Dengan mencatat hal-hal yang disyukuri, peserta diharapkan dapat lebih peka terhadap anugerah yang ada di sekitar mereka. Diskusi interaktif juga menjadi bagian penting dari kegiatan ini, di mana peserta dapat berbagi pengalaman dan refleksi mengenai nikmat Allah yang sering terabaikan.
Dalam sesi diskusi, Dr. Syuhadak mengajak peserta untuk merenungkan makna syukur dalam konteks kehidupan sehari-hari. Ia menjelaskan bahwa syukur bukan hanya sekadar ucapan, tetapi juga merupakan sikap mental yang harus diterapkan dalam setiap aspek kehidupan. “Setiap napas adalah anugerah; ‘Jika kamu bersyukur, niscaya Kami akan menambah (nikmat) kepadamu.’ (Q.S. Ibrahim: 7),” ujarnya. Dengan memahami dan menghayati makna syukur, peserta diharapkan dapat menemukan kebahagiaan yang sejati dalam hidup mereka.
Kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk saling mendukung dan menginspirasi satu sama lain. Melalui berbagi cerita dan pengalaman, mereka dapat saling mengingatkan akan pentingnya bersyukur dalam setiap detik kehidupan. Dr. Syuhadak menekankan bahwa dengan bersyukur, kita tidak hanya menghargai apa yang kita miliki, tetapi juga membuka diri untuk menerima lebih banyak nikmat dari Allah. Hal ini menciptakan suasana positif yang dapat meningkatkan kualitas hidup dan hubungan antar sesama.
Sebagai penutup, Dr. Syuhadak berharap agar setiap peserta dapat menerapkan praktik syukur dalam kehidupan sehari-hari mereka. Ia mengajak semua untuk menjadikan syukur sebagai bagian integral dari rutinitas harian, sehingga dapat merasakan kedamaian dan kebahagiaan yang lebih dalam. Dengan mengingat bahwa setiap detik adalah anugerah, peserta diharapkan dapat menjalani hidup dengan lebih penuh makna dan rasa syukur. Kegiatan ini diakhiri dengan doa bersama, sebagai ungkapan syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah kepada setiap individu.